Wednesday, January 21, 2026
NU Kabupaten Cirebon
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
NU Kabupaten Cirebon
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
NU Kabupaten Cirebon
No Result
View All Result

Buku Jejak Sejarah NU Cirebon Jawab Minimnya Informasi Sejarah NU di Daerah

sofhaladnan by sofhaladnan
19/10/2025
in Daerah, Warta
0
Home Warta Daerah

NU Cirebon

RELATED POST

Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan

Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026

Gebang, Cirebon – Kurangnya informasi mengenai sejarah Nahdlatul Ulama (NU) di Cirebon kini mulai terjawab dengan munculnya buku Jejak Sejarah NU Cirebon. Buku ini dianggap sebagai langkah penting untuk membuka kembali catatan perjalanan awal berdirinya NU di wilayah tersebut serta mengenang peran para tokoh pendirinya.

Hal itu disampaikan Ketua MWC NU Kecamatan Gebang, Dr. KH. Saifuddin, M.Ag, dalam acara bedah buku Jejak Sejarah NU Cirebon yang digelar oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gebang, Jumat malam (17/10/2025). Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang dilaksanakan di Kantor KBNU MWC NU Kecamatan Gebang.

Kegiatan bedah buku menghadirkan tiga narasumber yang juga berlatar belakang sejarah, yakni penulis buku Ahmad Faiz Rofi’i, yang juga Wakil Ketua II PAC GP Ansor Kecamatan Gebang, serta Jamaludin Al-Athar dan M. Khotimussalam.

Dalam sambutannya, KH. Saifuddin yang akrab disapa Kang H. Aep mengapresiasi hadirnya buku tersebut karena mampu menjawab rasa penasaran warga NU mengenai sejarah NU di Cirebon yang selama ini jarang terdokumentasi secara tertulis.

“Buku ini menjadi renungan bagi kita semua. Bagaimana perjuangan tokoh-tokoh NU Cirebon seperti KH. Amin Sepuh, KH. Idris Kamali, KH. Abdul Halim, KH. Abbas, KH. Syatori, dan lainnya yang dalam keterbatasan mampu mendirikan jam’iyyah yang kini kita rasakan kebesarannya,” ujarnya.

Sementara itu, Jamaludin Al-Athar yang bertindak sebagai pemantik diskusi turut memberikan apresiasi terhadap upaya pengungkapan sejarah tersebut. Ia menilai bahwa buku ini perlu disebarluaskan di forum-forum NU lainnya, khususnya di tingkat PCNU.

“Buku ini merupakan awal pembuka fakta sejarah NU Cirebon sebagaimana disebutkan oleh Buya Said Aqil Siradj dalam pengantarnya. Warga NU Cirebon harus tahu ini, karena dari buku ini kita belajar bahwa jama’ah dan jam’iyyah sejak awal berjalan berdampingan. Kita juga jangan sesekali melupakan jasa pesantren, dan para kiai, di mana NU tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Sebagai pembanding, M. Khotimussalam menyoroti pentingnya validitas dalam penulisan sejarah. Ia menekankan perlunya sumber-sumber primer dalam kajian sejarah agar tidak hanya bergantung pada cerita lisan.

“Belajar sejarah tidak cukup hanya dari katanya atau wawancara. Harus ada sumber sezaman seperti naskah, surat kabar, majalah, atau dokumen resmi. Prinsipnya no document no history. Penulis buku ini sudah berupaya menemukan banyak arsip, termasuk berita Kongres NU ke-6 di Cirebon tahun 1931 meskipun belum lengkap. Ada juga arsip tahun 1930-an yang menyebut sudah terbentuknya kring (MWC) di Cirebon timur seperti Sindanglaut, Lemahabang, Sigong, Karangwareng, karangsembung, Babakan dan Gebang,” jelasnya.

Penulis buku, Ahmad Faiz Rofi’i, mengaku proses penyusunan buku tersebut memakan waktu sekitar tiga tahun 2019-2023. Ia harus berkeliling ke berbagai desa dan pesantren di Cirebon dan sekitarnya. Menulusuri arsip dari satu kota ke kota lain, membuka lembaran lama satu persatu, dari mulai membaca, menganalisis dan terkadang kesulitan bahkan tidak selalu mencapai titik temu.

“Sejak terbit di tahun 2024, sejujurnya penulisan buku ini adalah perjalanan pengabdian yang belum usai karena keterbatasn sumber sezaman. Namun, begitulah sejarah, bermain dengan waktu, bicara masa lalu melalui catatan otentik dan kredibel. Artinya, sejarah itu antara tiada dan tidak mengada-ada,” katanya.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gebang, Kustano, menambahkan bahwa kegiatan literasi seperti bedah buku ini perlu dilestarikan di lingkungan NU sebagai sarana memperkuat wawasan dan silaturahmi antar kader.

“Acara bedah buku ini menjadi ajang silaturahim sekaligus wadah menumbuhkan budaya literasi. Diskusi seperti ini harus terus digalakkan,” katanya.

Dengan acara bedah buku Jejak Sejarah NU Cirebon yang dihadiri segenap pengurus MWC, Banom NU se-Kecamatan Gebang, diharapkan generasi muda NU dapat lebih memahami akar sejarah perjuangan para ulama Cirebon dan melanjutkan semangat mereka dalam membesarkan jam’iyyah NU.

Pewarta: Roby K

 

Ikuti saluran WhatsApp NU Cirebon untuk mendapatkan update artikel menarik lainnya.

Tags: mwcnugebangSejarahnucirebon
ShareTweetPin

Related Posts

Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan
Banom

Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan

25/12/2025
Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026
Banom

Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026

23/12/2025
Resmi Dilantik, PC IPNU IPPNU Kabupaten Cirebon 2025–2027 Fokus pada Ilmu Pengetahuan, Kemandirian, dan Kebudayaan
Warta

Resmi Dilantik, PC IPNU IPPNU Kabupaten Cirebon 2025–2027 Fokus pada Ilmu Pengetahuan, Kemandirian, dan Kebudayaan

17/12/2025
Cara Pemesanan eNU Mineral via Platform 1 Klik
Warta

Cara Pemesanan eNU Mineral via Platform 1 Klik

07/12/2025
Daerah

Ketua PCNU Cirebon Tegaskan NU sebagai Jalan Kehormatan dan Berkah

23/11/2025
Banom

Reorientasi Ansor Cirebon, Rektor UIN SSC Soroti 3 Kunci Kemandirian Ekonomi

23/11/2025
Next Post
Membentuk Karakter Generasi Masa Depan yang Kreatif dan Mandiri, PAC Fatayat NU Kecamatan Weru Gelar Lomba Mewarnai dalam Peringatan Hari Santri Nasional

Membentuk Karakter Generasi Masa Depan yang Kreatif dan Mandiri, PAC Fatayat NU Kecamatan Weru Gelar Lomba Mewarnai dalam Peringatan Hari Santri Nasional

Jln. Dewi Sartika No. 9, Sumber

Follow us

RECENT NEWS

  • Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan
  • Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026
  • Bacaan Niat Puasa Sunnah Rajab
  • 6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Rajab

CATEGORIES

  • Agenda
  • Banom
  • Daerah
  • Doa dan Dzikir
  • Fiqih
  • Hukum
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Khutbah Jumat
  • Lembaga
  • MWC
  • Nasihat Ulama
  • Nasional
  • Opini
  • PC NU
  • Pengumuman
  • Pesantren
  • Ragam
  • Sirah
  • Tafsir
  • Tanya-Jawab
  • Tasawuf
  • Tawsiyah
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Warta
  • Agenda
  • Amaliya-NU
  • BANOM NU Kabupaten Cirebon
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Khutbah Jum’at
  • Kirim Tulisan
  • Lembaga NU Kabupaten Cirebon
  • Login
  • MWC NU Kabupaten Cirebon
  • NU TV Cirebon
  • PC NU Kabupaten Cirebon
  • Pesantren
  • Registrasi Garuda Cyber NU
  • Submissions
  • SUSUNAN REDAKSI

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.

No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.