Berbagi Di Bulan Muharrom, Puluhan Pemuda NU Santuni Ratusan Anak Yatim

Warta

NU Cirebon Online

Dalam rangka memperingati 10 Muharrom, puluhan pemuda NU desa Mertapadawetan yang tergabung dalam komunitas Sahabat Kecil kembali menggelar kegiatan sosial.

Para pemuda desa itu mengadakan kegiatan amal berupa memberikan santunan kepada anak yatim di desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Senin Malam (9/9/19).

ketua pelaksana, Muhammad Giat meyebut, terdapat sekira 130 anak yatim dari desa Mertapadawetan dan sekitarnya mendapat santunan berupa uang dan bingkisan.

“Ada kurang lebih 130 anak yatim dari desa Mertapadawetan, Sidamulya dan sekitarnya mendapat santunan berupa uang dan bingkisan”, katanya

Boger sapaan akrabnya melanjutkan, kegiatan sebagai wujud kepedulian pemuda komunitas sahabat kecil kepada anak yatim dan dhuafa.

“Santunan ini sebagi wujud kepedulian kami terhadap anak yatim dan duafa. Semoga kami mendapat keberkahan di Bulan Muharrom ini”, ungkapnya.

Sementara itu, sesepuh Mertapadawetan, Kiai Sopari menyambut baik kegiatan santunan. Kiai Sopari menyampaikan, bulan Muharrom menjadi momentum untuk saling hormat dan menghormati, salah satunya dengan memberikan santunan kepada anak yatim.

“Saya merinding, acara ini luar biasa. Mari kita terus menjaga kesatuan dan persatuan, serta saling hormat dan menghormati”, pungkasnya.

Kiai Sopari menyampaikan, di bulan Muharrom terdapat 10.000 malaikat turun ke bumi dan mendoakan kebaikan manusia terhadap anak yatim dan dhuafa.

“1 helai anak yatim sama dengan 10.000 malaikat. Para malaikat itu mendoakan orang yang memberi santunan kepada anak yatim agar dapat masuk surga bersampingan dengan Nabi Muhammad Saw dan anak yatim”, pungkasnya.

Sebelum santunan anak yatim dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan pawai obor dengan diiri Marching Band keliling desa Mertapadawetan.

Hadir dalam kegiatan, Kepala Desa Mertapadawetan,  Jajaran Kapolsek Astanajapura, Koramil Astanajapura, dan Satuan Kordinasi Anak Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Astanajapura, dan tokoh masyarakat setempat.

(Abdul Mu’izz)