Pelopori Perlindungan Anak, KPAID Kabupaten Cirebon Lakukan Sinergitas Bersama Pemda, DPRD, dan  Tokoh Agama

Warta

NU Cirebon Online,

KOMISI Pelindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kab.Cirebon dalam waktu dekat akan bersilaturahmi selain kepada Pemkab dan DPRD serta Instansibterkait lainya, juga ke beberapa tokoh agama dan menggandeng para tokoh agama yang nantinya bisa menjadi pelopor dalam upaya pelindungan anak, karena kasus-kasus yang menjadikan anak sebagai korban semakin beragam.

Karena itu kami KPAID Kab.Cirebon insya Allah akan mengagendakan duduk bersama dengan para tokoh agama dengan sekaligus meminta para tokoh agama berkenan untuk  menjadi pelopor pelindungan anak di komunitasnya, di pesantrennya, dan di masyarakat.

Asyrofuddin, M.Pd. menyampaikan bahwa  kasus-kasus yang menjadikan anak sebagai korban di Kab.Cirebon semakin beragam, seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, kekerasan siber, pornografi, dan lain-lain.

Di sisi lain, Asyrofuddin menilai tokoh agama memiliki peran sentral dan banyak peran di masyarakat sebagai pendakwah, pendidik, hingga figur tempat masyarakat berkonsultasi dalam banyak hal, selain dengan Pemda dalam hal ini Bupati Cirebon, DPRD Kab.Cirebon, dan instansi lainnya, srta dari kalangan tokoh agama, khusunya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

“Dengan ada peran dari Pemda,DPRD,Instansi terkait srta peran dari tokoh agama, KPAID Kab.Cirebon berharap atas keikutsertaannya, Pelindungan Anak semakin tinggi dan kasus kekerasan terhadp anak semakin menurun,” tuturnya.

Asyrofuddin mengatakan tokoh agama bisa ikut berperan dalam penguatan karakter anak sebagai generasi masa depan bangsa. Apalagi pembangunan sumber daya manusia yang unggul juga telah menjadi hajat besar Negara Indonesia.

“Penguatan karakter anak telah menjadi bagian dari program prioritas negara ini. Karena itu, penguatan karakter anak semakin hari harus semakin baik,” katanya.

Selain itu, budaya pelindungan anak harus tumbuh di masyarakat, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sosial terkecil, lingkungan majelis taklim, dan lingkungan lainnya.

Asyrofuddin berharap budaya pelindungan anak bisa semakin tumbuh di masyarakat dengan berbagai variasi model, misalnya Masjid Ramah Anak, Pesantren Ramah Anak, atau Majelis Taklim Ramah Anak.

“Dengan begitu, pelindungan anak khususny di Kab.Cirebkn ke depan semakin baik dan generasi kita di masa depan juga semakin unggul. Itu tujuan mulia yang kita inginkan,” ujarnya.

Insya Allah, KPAID Kab.Cirebon akan selalu sinergi dengan instansi terkait serta fihak fihak terkai lainnya.