Saturday, March 28, 2026
NU Kabupaten Cirebon
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
NU Kabupaten Cirebon
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
NU Kabupaten Cirebon
No Result
View All Result

Temoan, Tradisi Gotong Royong yang Masih Lestari di Suranenggala Cirebon

ayub by ayub
01/03/2020
in Lembaga, Warta
0
Home Lembaga

NU Cirebon Online,

RELATED POST

Kemenag Kabupaten Cirebon Sebut Stabilitas Keagamaan Terjaga Berkat Sinergi Ulama dan Pemerintah

Bupati Imron Ajak Warga NU Aktif Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Cirebon

Kecamatan Surnanenggala Kabupaten Cirebon, merupakan salah satu wilayah yang sangat lekat dengan perkembangan seni dan budaya di Cirebon. Selain memiliki sejumlah sanggar dan kelompok seni, wilayah ini juga memiliki cara tersendiri untuk bisa berperan dalam menjaga kesenian agar tetap lestari.

Raffan S Hasyim, sejarawan dan juga filolog asal Cirebon mengatakan, bahwa warga Suranenggala atau biasa disebut Bedulan, sudah terbiasa melakukan gotong royong dalam membantu aktivitas warga lainnya. Tradisi temoan, biasanya terjadi saat pelaksanaan hajatan warga.

“Nanti warga membantu baik itu tenaga atau kebutuhan acara. Semua bantuan tersebut bersifat sedekah, bukan hutang,” ujar Opan saat memberikan sambutan di acara Njujug Tajug Lesbumi PCNU Cirebon di Suranenggala, Sabtu 29 Februari 2020.

Temoan juga ujar Opan, ditemukan dalam kegiatan gelar seni budaya Njujug Tajug di Kecamatan Suranenggala. Masyarakat secara sukarela, sudah menyiapkan uang yang akan diberikan kepada kelompok seni yang melakukan pementasan. Hal tersebut sebagai bentuk apresiasai, sekaligus untuk mendukung pelestarian seni dan budaya lokal Cirebon.

“ Masyarakat bedulan ini, sangat mengpresiasai kegiatan seni dan budaya,” ujar Opan.

Bahkan, tidak jarang warga Bedulan, bisa menyelenggarakan kegiatan pagelaran dan pementasan yang lumayan besar, hanya dengan temoan yang diberikan oleh masyarakat. Opan mengungkapkan, sudah selayaknya seniman yang ada di Bedulan untuk diberikan apresiasai dan juga ruang. Karena menurutnya, cukup banyak sekali seni dan budaya yang ada di Bedulan, bahkan ada maestro kesenian yang sudah mendapatkan penghargaan dari menteri.

Ketua panitia Njujug Tajug Kecamatan Suranenggala, Heli Mulyadi, membenarkan bahwa temoan merupakan salah satu bentuk dukungan masyarakat, terhadap kegiatan kesenian yang diselenggarakannya itu. Pihaknya memang sudah merencanakan untuk mengadakan temoan, pada saat pelaksanaan pagelaran seni dimulai.

“ Kita sediakan wadah, untuk warga yang mau memberikan sumbangan,” kata Heli.

Menurut Heli, acara Njujug Tajug yang digelarnya ini sangat meriah. Ia menyebut, ada sekitar 13 pementasan yang dilaksanakan, sejak pagi hingga malam hari. Jika tidak didukung oleh PCNU Cirebon dan juga temoan, kegiatan tersebut pasti membutuhkan dana yang sangat besar. Apalagi, kegiatan ini juga diawali dengan pawai yang diikuti oleh setiap perwakilan desa di Kecamatan Surnaneggala.

“ Kalau didanai secara mandiri, sepertinya berat sekali untuk menyelenggarakan acara sebesar ini,” kata Heli.

Heli juga mengucapkan terima kasih kepada PCNU Cirebon dan Lesbumi, yang sudah memilih Kecamatan Suranenggala sebagai lokasi kegiiatan pagelaran seni Njujug Tajug. Dengan kegiatan ini, masyarakat akhirnya kembali mengetahui seni budaya peninggalan para leuluhur, yang hampir punah. Masyarakat juga akhirnya mendapatkan pemahaman, bahwa seni budaya yang ada, tidak bertentangan dengan ajaran agama, yang saat ini sering sekali dibenturkan.

“ Kegiatan Njujug Tajug ini, harus lebih sering dilaksanakan. Agar seni dan budaya lokal Cirebon,
tidak lagi dianggap bertentangan dengan ajaran agama,” ujar Heli.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi, menegaskan bahwa kegiatan seni budayaseperti wayang dan lainnya, bukan kegiatan yang diharamkan . Bahkan menurut Aziz, para wali termasuk Sunan Gunung Jati, sangat meminati seni-seni pertunjukan dan kesenian lainnya.

“ Asal tidak ada yang bertentangan dengan syariat Islam,” ujar Aziz.

Dalam perjalanannya, para wali bahkan menggunakan seni budaya, sebagai salah satu instrument dakwah. Karena, inti dari seni budaya yang ada, yaitu untuk lebih mendekatkan manusia kepada penciptanya. Hal tersebut dikreasikan oleh para pembawa Islam saat itu, untuk lebih diterima di masyarakat.

“ Sehingga selama tidak menyimpang dengan keyakinan, kesenian itu malah menjadi instrumen dakwah yang bagus,” ujarnya.

Njujug Tajug merupakan pagelaran seni yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Kab Cirebon. Kegiatann seni budaya ini, diselenggarakan disejumlah tajug di Kabupaten Cirebon, untuk ikut berperan melestarikan budaya lokal Cirebon dan menjalin silaturahmi antar masyarakat. Selain itu, diselenggarakan juga kegiatan lainnya, seperti bersihbersih masjid, pengobatan gratis, pelatihan pendidikan, dakwah milenial dan lainnya.

Tags: Lesbumi NUNjujug TajugNU CirebonSeni dan Budaya
ShareTweetPin

Related Posts

Kemenag Kabupaten Cirebon Sebut Stabilitas Keagamaan Terjaga Berkat Sinergi Ulama dan Pemerintah
Warta

Kemenag Kabupaten Cirebon Sebut Stabilitas Keagamaan Terjaga Berkat Sinergi Ulama dan Pemerintah

19/03/2026
Bupati Imron Ajak Warga NU Aktif Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Cirebon
Warta

Bupati Imron Ajak Warga NU Aktif Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Cirebon

19/03/2026
Kiai Wawan Ungkap 4 Golongan yang Dirindukan Surga
Tokoh

Kiai Wawan Ungkap 4 Golongan yang Dirindukan Surga

19/03/2026
Ansor Harus Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Wabup Cirebon: Pemuda Harus Jadi Lokomotif Peradaban
Banom

Ansor Harus Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Wabup Cirebon: Pemuda Harus Jadi Lokomotif Peradaban

19/03/2026
Hadapi Era Disrupsi, Ketua Ansor Cirebon Tetapkan Empat Pilar sebagai Kompas Organisasi
Banom

Hadapi Era Disrupsi, Ketua Ansor Cirebon Tetapkan Empat Pilar sebagai Kompas Organisasi

19/03/2026
Melalu GPS, IPPNU Cirebon Edukasi Kesehatan Pelajar
Banom

Melalu GPS, IPPNU Cirebon Edukasi Kesehatan Pelajar

19/03/2026
Next Post
Tangani Covid-19, PCNU Kabupaten Cirebon Rekomendasikan Bupati Keluarkan Peraturan Realokasi Dana Desa

Tangani Covid-19, PCNU Kabupaten Cirebon Rekomendasikan Bupati Keluarkan Peraturan Realokasi Dana Desa

Jln. Dewi Sartika No. 9, Sumber

Follow us

RECENT NEWS

  • Kemenag Kabupaten Cirebon Sebut Stabilitas Keagamaan Terjaga Berkat Sinergi Ulama dan Pemerintah
  • Bupati Imron Ajak Warga NU Aktif Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Cirebon
  • Kiai Wawan Ungkap 4 Golongan yang Dirindukan Surga
  • Ansor Harus Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Wabup Cirebon: Pemuda Harus Jadi Lokomotif Peradaban

CATEGORIES

  • Agenda
  • Banom
  • Daerah
  • Doa dan Dzikir
  • Fiqih
  • Hukum
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Khutbah Jumat
  • Lembaga
  • MWC
  • Nasihat Ulama
  • Nasional
  • Opini
  • PC NU
  • Pengumuman
  • Pesantren
  • Ragam
  • Sirah
  • Tafsir
  • Tanya-Jawab
  • Tasawuf
  • Tawsiyah
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Warta
  • Agenda
  • Amaliya-NU
  • BANOM NU Kabupaten Cirebon
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Khutbah Jum’at
  • Kirim Tulisan
  • Lembaga NU Kabupaten Cirebon
  • Login
  • MWC NU Kabupaten Cirebon
  • NU TV Cirebon
  • PC NU Kabupaten Cirebon
  • Pesantren
  • Registrasi Garuda Cyber NU
  • Submissions
  • SUSUNAN REDAKSI

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.

No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.