Angkat Tema Meneguhkan Dakwah di Masa Pandemi, Harlah ke-98 NU di Kabupaten Cirebon Digelar Sederhana

PC NU Warta

NU Cirebon Online,

Nahdlatul Ulama bakal menginjak usia ke-98 tahun. Namun, peringatan momentum tersebut di Kabupaten Cirebon digelar secara sederhana.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozie, mengatakan, kesederhanaan peringatan itu dikarenakan saat ini masih pandemi Covid-19. Karenanya, ia memastikan peringatan hari lahir (harlah) ke-98 NU tersebut akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami akan memaksimalkan secara virtual. Acara ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube, dan media sosial PCNU Kabupaten Cirebon,” kata Aziz saat konferensi pers di PCNU Kabupaten Cirebon, Jumat (26/2/2021).

Ia mengatakan, peserta yang hadir langsung dalam peringatan harlah ke-98 NU sangat dibatasi. Nantinya, hanya Forkopimda Kabupaten Cirebon, kiai sepuh, dan sejumlah tamu undangan yang hadir langsung.
Menurutnya, hal paling krusial dalam peringatan harlah kali ini adalah menghadirkan kiai yang menjadi founding father NU di pesantren besar di Kabupaten Cirebon. Di antaranya, Babakan Ciwaringin, Arjawinangun, Kempek, Balerante, Buntet, Gedongan, dan Kalimukti Pabedilan.

Warga nahdliyin di Kabupaten Cirebon dapat mengikuti kegiatan tersebut secara virtual. Adapun rangkaian acara yang dilaksanakan di antaranya, isighasah, tahlil, doa bersama, dan pemotongan 9 + 8 tumpeng.

Jumlah tersebut melambangkan usia NU saat ini, yakni 98 tahun. Menurut Aziz, prosesi pemotongan tumpeng itupun menjadi bagian dari sedekah karena dimakan bersama hadirin yang hadir langsung.

“Usia NU yang kini mencapai 98 tahun merupakan sangat matang sehingga pada peringatan harlah nanti ada testimoni dari pihak tertentu tentang kiprah NU selama ini,” ujar Aziz.

Dalam momen tersebut juga akan dilaunching pengajian bulanan yang diisi kiai sepuh dari persantren besar di Kabuparen Cirebon. Nantinya, para kiai sepuh akan memimpin pengajian rutin setiap bulannya yang terbuka untuk umum.

Aziz menyampaikan, materi pengajian itu akan diisi tentang wawasan kebangsaan dan agama, nasionalisme dalam pandangan agama, dan pemberdayaan umat dari sisi agama.

“Kami memohon maklum harlah tahun ini digelar secara sederhana, tapi diharapkan tidak mengurangi kekhusyukan dan kekhidmatan momen kelahiran NU,” kata Aziz.

Sementara Ketua Panitia Harlah ke-98 PCNU Kabupaten Cirebon, KH. Diding Muhyiddin, mengatakan, kegiatan lusa nanti akan diisi tausiyah KH. Ahmad Muwaffiq (Gus Muwafiq) dan Rois Syuriah PBNU, KH. Mustofa Aqiel Siradj.

“Kegiatan harlah ke-98 NU akan dilaksanakan di NU Center Kabupaten Cirebon pada Minggu (28/2/2021) mulai pukul 13.00 WIB,” ujar Diding.