Sejarah Baru, Kepengurusan Ranting NU Desa Rawagatel Dilantik sekaligus Launching Plangisasi Ranting NU

MWC PC NU Warta

NU Cirebon

CIREBON – Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, kini tengah gencar membentuk kepengurusan dan melantik ranting di tingkat desa.

Hingga kini, pembentukan pengurus ranting sudah mencapai target 11 Ranting yang telah terbentuk.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Arjawinangun H. Muhammad Manshur Hasan saat memberikan sambutan pelantikan pengurus Ranting NU di halaman Masjid Ar Rohmat desa Rawagatel, Minggu (24/4).

“Selamat atas dilantiknya pengurus ranting NU desa Rawagatel, mudah-mudahan ini sejarah baru karena sebelumnya belum pernah terbentuk kepengurusan NU, bahkan tidak ada,” katanya.

Oleh karenanya, kata H. Manshur, pembentukan kepengurusan di tingkat ranting ini menjadi cita-cita pengurus MWC NU Arjawinangun sejak dulu.

“Alhamdulillah dulunya terkenal desa abangan tapi sekarang desa Rawagatel sudah ada NU struktural, sebagai Rois Syuriyah saudara Edi Karyanto dan Ketua Tanfidziyah saudara Dzul Sama Ardiant, mudah-mudahan bisa lebih baik dan memberikan warna ke Islaman yang berazaskan ahli sunnah wal jamaah dengan amaliyah-amaliyah annahdliyah”, ungkapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Manshur ini, desa Rawagatel adalah desa yang diistimewakan dari desa yang lain.

Ia mengaku bersyukur kepengurusan ranting NU ini dapat terbentuk. Selain itu, acara ini juga sekaligus melaunching program Plangisasi Ranting NU se Kec. Arjawinangun yang bekerjasama dengan PCNU Kab. Cirebon dan MWC NU Kec. Arjawinangun.

“Ini perdana sangat istimewa MWC NU melantik ranting, hanya di desa Rawagatel dan alhamdulillah yang melantik langsung ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon KH.Aziz Hakim Syaerozi, setelah lebaran MWC NU Arjawinangun juga akan road show melantik dan membagikan plang NU ranting di Kecamatan Arjawinangun”, jelasnya.

Acara yang digelar mulai pukul 14.00 WIB diawali dengan kegiatan Operasi Pasar Murah (OPM) oleh Lembaga Perekonomian NU yang menyediakan 200 paket sembako untuk dijual murah oleh masyarakat Rawagatel.

Kemudian dilanjut dengan acara pelantikan, penyerahan secara simbolis plang NU, juga tersedia terapi kesehatan oleh Banser Husada Satkorcab Cirebon, pembagian takjil oleh Fatayat Muslimat, Tausyiah oleh wakil Syuriyah MWC NU KH.Ahmadillah dan diakhiri dengan buka puasa bersama KBNU Arjawinangun.

Hadir dalam acara tersebut ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH. Aziz Hakim Syaerozie, Rois Syuriyah MWC NU Arjawinangun, KH.Mahsun Muhammad, Mustasyar MWC NU KH. Rokhmatullah Muslim, jajaran pengurus Syuriyah, Tanfidziyah dan Lembaga-lembaga MWC NU Arjawinangun turut hadir, juga Kuwu Desa Rawagatel, Sutarno, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, KH. Aziz Hakim Syaerozie mengatakan, kehadiran NU di desa Rawagatel akan memberikan warna tersendiri akan paham keagamaan yang tentu akan siap berkhidmah di tengah masyarakat Rawagatel.

“Pada prinsipnya, semua makhluk ini butuh apa yang disebut dengan pengetahuan spiritual, kalau kita tidak siapkan pengetahuan spiritual yang baik, pengetahuan agama yang baik, pengetahuan agama yang benar, maka orang lain yang akan mengisi disini,” kata Kiaia Aziz.

Jadi kehadiran NU di Rawagatel ini, lanjut Kiaia Aziz, yakni sebagai bagian ikhtiar untuk menjadi tempat konsultasi tentang keagamaan bagi masyarakat Rawagatel yang konon kata Pak Kuwu masyarakatnya masih awam.

“Jadi ini merupakan ikhtiar yang insya Allah manfaatnya kedepan untuk masyarakat desa Rawagatel dan umumnya bagi desa-desa yang ada di Kecamatan Arjawinangun”, ucapnya.

Kiai Aziz sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang begitu masif di MWC NU Arjawinangun, walaupun belum lama dilantik, satu minggu sebelum Ramadhan.

“Saya mengapresiasi program-program nyata yang dilakukan oleh MWC NU Arjawinangun, secara maraton melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dengan menggerakkan Lembaga-lembaga yang ada untuk terus berkhidmah di Nahdlatul Ulama”, imbuhnya.