NU Cirebon
CIREBON – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Cirebon secara resmi meluncurkan program Madrasah Organisasi pada Jumat malam melalui ruang pertemuan virtual. Program ini diinisiasi sebagai jawaban atas kegelisahan pengurus terhadap dinamika ruang publik NU yang seringkali terjebak pada isu-isu stagnan, sekaligus sebagai upaya memperkuat kapasitas ideologi dan tata kelola organisasi di masa transisi menuju abad kedua NU.
Ketua Lakpesdam PCNU Cirebon, Rosidin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Madrasah Organisasi bertujuan untuk memelihara pengetahuan kader pasca-pelatihan formal seperti PDPKNU.
”Kegiatan ini adalah bagian dari cara memelihara pengetahuan agar tidak berhenti. Kami ingin menciptakan budaya perdebatan yang masuk pada materi kekhasan NU, baik secara tertib administrasi maupun tertib pikiran NU,” ujar Rosidin.
Program ini dirancang secara berkelanjutan setiap bulan, tepatnya pada Jumat minggu ketiga pukul 19.30 WIB. Untuk tahap awal, Lakpesdam telah menyiapkan kurikulum sebanyak tujuh hingga delapan pertemuan yang akan membedah materi-materi fundamental secara mendalam, mulai dari Qonun Asasi, sistem kaderisasi, tata kelola organisasi, hingga legalitas struktur dan mekanisme musyawarah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran ini. Beliau menekankan pentingnya bagi seluruh pengurus, baik di tingkat Cabang maupun MWC, untuk memahami aturan main organisasi yang tertuang dalam AD/ART.
”Pengurus harus mampu beradaptasi cepat dengan teknologi dan dinamika zaman. Jika tidak, organisasi akan ketinggalan. Madrasah ini menjadi pemantik agar semangat 1.200 lebih kader PDPKNU di 40 kecamatan tetap terjaga dan pemahaman organisasinya semakin kuat,” tegas Kiai Aziz saat membuka acara secara resmi.
Dukungan penuh juga datang dari Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani. Sebelum memimpin doa penutup, beliau menyampaikan bahwa penguatan organisasi adalah langkah mutlak menuju organisasi yang modern di abad kedua NU.
”Kita beruntung menyaksikan NU ditata sedemikian rupa di tengah tuntutan zaman. Saya apresiasi Lakpesdam atas inisiasi ini. Semoga diberikan kemudahan dalam berkhidmat,” tutur Kiai Wawan.
Dalam sesi diskusi, muncul berbagai aspirasi dari peserta, termasuk harapan agar kegiatan ini memberikan nilai tambah berupa sertifikat serta keterlibatan aktif pengurus MWC dan Ranting secara istiqomah.
Lakpesdam menegaskan bahwa meski dilaksanakan secara daring karena keterbatasan sumber daya, substansi materi akan dijaga kualitasnya, termasuk penyediaan bahan bacaan atau kitab referensi bagi para peserta.
Melalui Madrasah Organisasi ini, PCNU Kabupaten Cirebon berharap para kader memiliki ideologi yang kokoh, tidak terjebak pada kepentingan sesaat (transnasional), dan mampu menjalankan roda organisasi dengan standar manajemen yang profesional namun tetap berpijak pada tradisi pesantren.



