Meriahkan Harlah NU, MATAN Cirebon Gelar Halakah

Banom Warta

NU Online Cirebon

Lajnah kemahasiswaan JATMAN NU, yakni MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyah) menggelar Halakah Tarekat yang diselenggarakan di Masjid Jami Tegalgubung, Arjawinangun, Cirebon (22/04/2018).

Ketua pelaksana, Imamuddin, dalam sambutannya melaporkan, “Halakah ini digelar dalam rangkaian Harlah NU, sabelumnya kami sudah lapor mengenai agenda kami ini kepada Maulana Habib Luthfi bin Yahya selaku Rois Am JATMAN dan pendiri MATAN, Alhamdulillah respon Beliau sangat baik. Dua pembicara bisa hadir, yakni KH Syakur Yasin dan ketua MATAN Cirebon, Syukron Ma’mun,”

Buya Syakur, sapaan KH Syakur Yasin mengatakan, “Kaum tarekat selalu hadir ketika problem masyarakat, selalu tampil terdepan ketika umat membutuhkan. Membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Itulah diantara peran penting tarekat,”

Sementara pembicara kedua, Syukron Ma’mun memaparkan, “Ahlith thoriqoh ikut andil dalam membangun Bangsa ini, menjaganya, dan meneruskannya. Banyak tokoh tarekat yang menjadi pemimpin perlawanan terhadap penjajah, diantara Pangeran Diponegoro, Syekh Abdul Karim Al Bantani, Syekh Asnawi Caringin, Syekh Yusuf Al Makassari, Syekh Muhammad Ilyas, Syekh Abdul Abdul Malik, dan masih sangat banyak lagi jika disebutkan satu persatu,”

“Di Cirebon, diantaranya ada Kiai Muqoyim, Kiai Anwaruddin atau Syekh Krian, Kiai Abdul Jamil, Kiai Soleh, Habib Toha bin Yahya, Habib Abu Bakar, Habib Umar, dan lain-lain,” tambahnya.

“Tarekat bertujuan untuk menghilangkan lalai kepada Allah ta’ala sehingga selalu merasa dilihat dan didengar oleh Allah ta’ala. Buahnya adalah akhlak terpuji. Kemudian, merasa memiliki dan cinta terhadap negara sehingga berusaha untuk mempertahankan dan memajukannya. Tidak terbatas melindungi negara dari musuh atau sekedar tugas kemiliteran, melainkan usaha ketahanan dan kemajuan dalam semua aspek kehidupan seperti ekonomi, pendidikan, politik, pertanian, sosial budaya, dan teknologi,” pungkasnya.

Acara yang dimulai dengan menyayikan Indonesia Raya dan Sholawat Thoriqiyah ini dihadiri lebih dari seratus orang, dimulai pukul 08.00 sampai 12.00, dan ditutup dengan salat berjamaah. (M Yazid)