DKM Al Muttaqien Jagapura Rutin Kaji Kitab Kuning Qomi` al-Thughyan Karya Imam Nawawi al-Bantani

MWC Warta

NU Cirebon Online,

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muttaqien Desa Jagapura Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon rutin menggelar pengajian kitab kuning. Kajian kitab ini diisi oleh Ustad Agus Ahmad Kholis yang akan digelar Jumat (23/8/2019) di Masjid Al Muttaqien tersebut.

Menurut H AH Jazuli, penanggung jawab kajian, kitab kuning yang dikaji adalah Kitab Qomi` al-Thughyan karya Syaikh al-Imam al-Nawawi al-Bantani.

“Yang akan kita kaji yaitu Kitab Qomi` al-Thughyan sebuah kitab karya Syaikh al-Imam al-Nawawi al-Bantani. Kitab ini mensyarahkan atau menjelaskan kitab Nadhom Syua’b al-Iman karya al-Syaikh Zainuddin bin Ali bin Ahmad as-Syafi’i al-Kusyini al-Fannani al-Malibari, seorang ulama yang produktif menghasilkan karya. Di antaranya yang paling terkenal adalah kitab Fath al-Mu’in. Kemudian, karya Syaikh al-Imam al-Nawawi al-Bantani ini dikenal dengan sebutan kitab Qomi` al-Thughyan ala Mandzumah Syu’ab al-Iman, yang banyak dikaji di pesantren-pesantren salaf di Indonesia,” jelas H Jazuli.

Menurut keterangan lain Kitab Syu’ab al-Iman adalah karya al-Allamah al-Sayyid Nur al-Din al-Iji yang menggunakan bahasa Persia, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dalam bentuk nadhom/bait sebanyak 26 bait. Cara melantunkan bait ini dalam tata bahasa Arab menggunakan bahar kamil (jenis syair Arab) yang berpola wazan mutafailun sebanyak 6 kali. Dari 26 bait tersebut Syaikh al-Imam al-Nawawi menambah 3 bait di awal, dan 1 bait yang ditulis di akhir oleh Abd al-Mun’im, sehingga jumlah keseluruhannya sebanyak 30 bait.

Al-Hafidz Abu Hatim bin Ibnu Hibban (wafat 354 H) telah melakukan penelitian secara mendalam berkaitan dengan macam-macam ketaatan, baik dalam Alquran maupun dalam hadis nabi. Ternyata, jumlah ketaatan itu kurang dari 77 macam. Namun, setelah macam-macam ketaatan tersebut digabungkan, maka jumlahnya sesuai dengan hadis nabi riwayat Imam Muslim yang menjadi pembuka pembahasan dalam kitab Qomi` al-Thughyan ala Mandzumah Syu’ab al-Iman. Beliau mengatakan bahwa iman itu ada 77 cabang. Yang paling tinggi adalah kalimat Laa ilaaha illallah, dan yang paling rendah adalah membuang sesuatu yang menyakitkan di jalan. Malu pun termasuk bagian dari iman.

Ketujuh puluh tujuh cabang iman tersebut dapat dikategorikan ke dalam dua bagian. Pertama, cabang iman yang berkaitan dengan persoalan akidah atau keyakinan, seperti iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab, iman kepada rasul, dan seterusnya. Kedua, cabang iman yang berkaitan dengan persoalan akhlak, baik akhlak kepada Allah maupun akhlak antarsesama. Misalnya, cinta, cemas dan berharap kepada Allah, mencintai nabi, mencari ilmu, tawakal, memberi zakat, membayar kafarat, memenuhi janji, menjaga lidah, menunaikan amanat, dan seterusnya. Syaikh al-Imam al-Nawawi al-Bantani dalam mengurai penjelasannya kadang menyisipkan ayat Alquran atau hadis nabi, atau cerita orang-orang saleh. Misalnya, saat menjelaskan raja’ (harap), beliau sajikan sebuah kisah. Beliau bercerita, dahulu ada seorang yang rajin beribadah, tetapi dia pernah membuat orang lain putus asa dari rahmat Allah.