Habib Umar Bin Hafidz Isi Tausiyah Multaqo Ulama Jawa Barat

PC NU Warta

NU Cirebon Online,

PWNU Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengadakan silaturahim antar ulama yang bertempat di Bidakara Hotel Savoy, Bandung, Selasa, 24 September 2019 yang dihadiri Habib Umar bin Hafidz. Kedatangan Habib Umar dan pengurus PWNU Jabar dikawal ketat oleh Ansor dan Banser. Acara diawali dengan pembacaan kalam Illahi oleh KH. Rif’at Abi Syahid, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Yalal Waton dengan penuh khidmat.

Kemudian acara inti Tausiyah oleh Habib Umar Bin Hafidz. Habib menceritakan bagaimana perjuangan para sahabat Ansor.

“Bahwa tanda tanda iman adalah cinta kepada Ansor, dan tanda kebencian adalah membenci sahabat Ansor,” terang Habib Umar melalui penerjemahnya.

Lebih lanjut Habib menceritakan Sahabat Ansor berujar dalam kisah pasca perang badar ketika sengketa pembagian rampasan perang.

“Kami ridho dengan apa yang dibagi Allah dan Rasul-Nya.”

Keihlasan para sahabat Ansor dalam berjuang di jalan Allah, kata Habib, karena di dadanya (di hatinya) penuh cinta terhadap Rasulullah. Inilah contoh tauladan sebaik baiknya umat kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Sahabat-sahabat Rasulullah ketika duduk dengan Kanjeng Nabi Muhammad mereka diam seperti ada burung di atas kepalanya.

“Begitu pula ketika ketika Nabi Muhammad Saw berwudhu mereka sahabat Ansor berebut mengambil air bekas wudhu Nabi Muhammad SAW., bahkan para sahabat yang tidak kebagian bekas air Rasulullah itu sampai meminta dan megnusapkan dari tangan sahabat yang lainnya yang mendapatkan bekas air wudlu Rasulullah. Itu semua tidak ada di dunia ini yang rakyat dan pengikutnya melebihi cintanya kepada Nabi Muhammad SAW,” terang Habib.

Amaliyah itu semua, terang Habib, bukanlah sesuatu yang bidah dan tercela.

“Bagaimana mungkin Rasulullah dan para sahabat yang mulia melakukan hal tercela dan tentunya mengerti tentang hukum itu,” tegas Habib.

Contoh perjuangan dan ketawaduan para sahabat adalah ibroh untuk umat Nabi Muhammad SAW., hingga akhir zaman.

“Harus saling bersinergi antara Ulama dan Umara. Dan ini sudah terlihat di Provinsi ini (Jawa Barat-red) bahwa Ulama dan Umaro saling bersatu untuk mewujudkan kemajuan,” kata Habib.