Thursday, January 15, 2026
NU Kabupaten Cirebon
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
NU Kabupaten Cirebon
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
NU Kabupaten Cirebon
No Result
View All Result

Hukum Berhubungan Badan setelah Niat Puasa

sofhaladnan by sofhaladnan
05/03/2025
in Fiqih
0
Home Keislaman Fiqih

NU Cirebon

RELATED POST

Bacaan Niat Puasa Sunnah Rajab

6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Rajab

SELAMA bulan Ramadan umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari fajar hingga magrib. Namun, bagaimana jika seseorang telah berniat puasa di malam hari, lalu berhubungan badan sebelum masuk waktu subuh? Apakah niat puasanya menjadi batal dan harus diulang?

Sebagian orang mungkin masih ragu dalam hal ini. Banyak dari mereka mengira bahwa setelah berniat, seseorang harus menjaga dirinya dari segala hal yang membatalkan puasa, termasuk di malam hari. Padahal, menurut kajian fikih, berhubungan suami istri pada malam hari setelah berniat puasa tidak membatalkan niat tersebut.

Baca: Hukum Meninggalkan Puasa Bagi Pekerja Berat

Pendapat tersebut seperti yang dijelaskan dalam Kitab Hasyiyah Ala al-Manhaj karya Imam Bujayromi berikut ini:

(وتصح) النية (وإن أتى بمناف) للصوم كأن جامع أو استقاء (أو نام، أو انقطع نحو حيض) كنفاس.

“Niat tetap sah meskipun melakukan hal yang membatalkan puasa, seperti berhubungan badan, muntah dengan sengaja, tidur, atau terputusnya haid seperti nifas.”

Dari keterangan ini, dapat dipahami bahwa melakukan hubungan suami istri pada malam hari setelah berniat puasa tidak membatalkan niat tersebut. Artinya, seseorang tidak perlu mengulang niat puasanya setelah melakukan aktivitas tersebut, selama masih dalam rentang waktu yang diperbolehkan, yakni sebelum fajar.

Dalam Islam, niat adalah tekad dalam hati untuk menjalankan ibadah tertentu. Dalam konteks puasa Ramadan, niat dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Setelah niat tersebut dilakukan, seseorang tetap diperbolehkan melakukan berbagai aktivitas yang memang dibolehkan di malam hari, termasuk makan, minum, dan berhubungan suami istri.

Karena puasa baru dimulai sejak terbit fajar, maka hal-hal yang membatalkan puasa hanya berlaku setelah masuk waktu subuh, bukan sebelumnya. Oleh karena itu, meskipun seseorang telah berniat puasa, ia tetap boleh melakukan hubungan suami istri di malam hari tanpa harus mengulang niatnya.

Meskipun berhubungan badan sebelum fajar tidak membatalkan niat puasa, hukum yang berbeda berlaku jika hubungan badan dilakukan setelah waktu subuh tiba. Jika suami istri berhubungan badan setelah azan subuh, maka puasa keduanya menjadi batal, dan mereka harus membayar kafarat berupa:

1. Memerdekakan budak (jika mampu, meskipun saat ini sudah tidak relevan)

2. Jika tidak mampu, berpuasa selama dua bulan berturut-turut

3. Jika masih tidak mampu, memberi makan 60 orang miskin.

Oleh karena itu, bagi pasangan suami istri yang ingin menjalankan ibadah puasa dengan sempurna, sangat penting untuk menjaga waktu dan memastikan hubungan suami istri tidak dilakukan setelah masuk waktu subuh.

Wallahu A’lam… 

*Artikel ini merupakan hasil dari program serial Fikih Puasa yang digagas LBM PCNU Kabupaten Cirebon. 

Tags: Fikih PuasaHukumLBMRamadan
ShareTweetPin

Related Posts

Bacaan Niat Puasa Sunnah Rajab
Fiqih

Bacaan Niat Puasa Sunnah Rajab

20/12/2025
6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Rajab
Fiqih

6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Rajab

18/12/2025
Muharram dan Amalan Utama yang Dianjurkan: Puasa dan Meluaskan Rezeki di Hari Asyura
Fiqih

Muharram dan Amalan Utama yang Dianjurkan: Puasa dan Meluaskan Rezeki di Hari Asyura

03/07/2025
Lafal Niat Puasa Tasu’a dan Asyura: Panduan Lengkap Sesuai Syariah
Fiqih

Lafal Niat Puasa Tasu’a dan Asyura: Panduan Lengkap Sesuai Syariah

03/07/2025
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram dan Amalan Istimewa pada Tanggal 9 dan 10
Fiqih

Keutamaan Puasa di Bulan Muharram dan Amalan Istimewa pada Tanggal 9 dan 10

03/07/2025
Panitia Zakat Bukan Amil? Simak Penjelasan Ini
Fiqih

Panitia Zakat Bukan Amil? Simak Penjelasan Ini

30/03/2025
Next Post
Junub saat Subuh, Apakah Puasanya Tetap Sah?

Junub saat Subuh, Apakah Puasanya Tetap Sah?

Jln. Dewi Sartika No. 9, Sumber

Follow us

RECENT NEWS

  • Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan
  • Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026
  • Bacaan Niat Puasa Sunnah Rajab
  • 6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Rajab

CATEGORIES

  • Agenda
  • Banom
  • Daerah
  • Doa dan Dzikir
  • Fiqih
  • Hukum
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Khutbah Jumat
  • Lembaga
  • MWC
  • Nasihat Ulama
  • Nasional
  • Opini
  • PC NU
  • Pengumuman
  • Pesantren
  • Ragam
  • Sirah
  • Tafsir
  • Tanya-Jawab
  • Tasawuf
  • Tawsiyah
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Warta
  • Agenda
  • Amaliya-NU
  • BANOM NU Kabupaten Cirebon
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Khutbah Jum’at
  • Kirim Tulisan
  • Lembaga NU Kabupaten Cirebon
  • Login
  • MWC NU Kabupaten Cirebon
  • NU TV Cirebon
  • PC NU Kabupaten Cirebon
  • Pesantren
  • Registrasi Garuda Cyber NU
  • Submissions
  • SUSUNAN REDAKSI

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.

No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.