NU Cirebon
Cirebon: Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Astanajapura menandai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 dengan menegaskan arah gerakan organisasi pada penguatan ekonomi kader, kaderisasi berkelanjutan, serta kepedulian lingkungan. Agenda tersebut dirangkai dengan kegiatan triwulanan dan digelar di GOR Mbah Muqqayim, Buntet Pesantren Cirebon, Senin, 27 April 2026.
Kegiatan itu dihadiri para kiai Pondok Buntet Pesantren, pengurus, serta kader Fatayat NU dari berbagai tingkatan. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi perayaan Harlah, forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat kecamatan.
Ketua pelaksana, Hj. Afin Afiyati menjelaskan rangkaian kegiatan telah dipersiapkan bersama panitia dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, penggabungan agenda triwulanan dengan peringatan Harlah membuat acara berjalan lebih semarak dan bernilai bagi kader.
“Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama seluruh panitia dan dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat mempererat hubungan antarkader serta menambah semangat kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.
Ketua PAC Fatayat NU Astanajapura, Hj. Siti Qoriah menyampaikan pihaknya mulai menjalankan sejumlah program baru, terutama yang berkaitan dengan ekonomi dan lingkungan hidup. Salah satu langkah yang telah dimulai ialah pembentukan bank sampah bersama MWCNU setempat.
“Di bidang lingkungan hidup, kami sudah mencoba membangun bank sampah dan berkolaborasi dengan MWCNU. Ini menjadi langkah kecil, tapi penting,” katanya.
Selain program lingkungan, PAC Astanajapura juga memperluas kerja sama dengan sejumlah pihak guna memperkuat kemandirian ekonomi organisasi. Salah satunya melalui sinergi usaha bersama Ramai Shop. Langkah itu diarahkan agar organisasi memiliki sumber pendanaan yang lebih stabil untuk menopang berbagai program kerja.
Perwakilan PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon, Alifatul Arifiati menyebut usia ke-76 menunjukkan kematangan Fatayat NU dalam menentukan prioritas gerakan. Ia menyinggung visi kepemimpinan Ketua terpilih, Sahabat Najhah yang menempatkan penguatan ekonomi kader sebagai fokus utama.
“Di usia 76 tahun ini, Fatayat sudah masuk fase matang. Sesuai visi Sahabat Najhah, penguatan ekonomi kader menjadi fokus utama, dengan penopang terbesar adalah sahabat-sahabat di tingkat ranting,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan kaderisasi hingga tingkat kecamatan harus terus dijalankan. Perhatian terhadap lingkungan juga dinilai penting dan sejalan dengan program yang telah dirintis PAC Astanajapura.
Rangkaian Harlah ke-76 tersebut menegaskan komitmen Fatayat NU Astanajapura untuk terus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan kader dan masyarakat.



