Tuesday, March 31, 2026
NU Kabupaten Cirebon
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
NU Kabupaten Cirebon
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
NU Kabupaten Cirebon
No Result
View All Result

Hukum Mencium Pasangan saat Berpuasa

sofhaladnan by sofhaladnan
26/03/2024
in Fiqih, Warta
0
Home Keislaman Fiqih

MENCIUM atau memeluk pasangan yang sah merupakan salah satu bentuk cinta atau kasih sayang. Meski demikian, sebaiknya aktivitas bercumbu seperti itu tidak dilakukan saat sedang berpuasa. Pasalnya, tindakan tersebut dapat dihukumi makruh.

RELATED POST

Kemenag Kabupaten Cirebon Sebut Stabilitas Keagamaan Terjaga Berkat Sinergi Ulama dan Pemerintah

Bupati Imron Ajak Warga NU Aktif Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Cirebon

Pernyataan tersebut seperti yang dijelaskan tim Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon.

Melalui kajian yang bertajuk fikih puasa, lembaga yang dipimpin KH Imam Nawawi itu menjelaskan bahwa mencium atau memeluk pasangan saat berpuasa wajib, yakni saat Ramadan, Qadha, maupun Nazar hukumnya makruh bagi orang yang besar syahwatnya.

Kemakruhan tersebut tidak berlaku bagi orang yang mampu mengendalikan syahwatnya. Meski demikian, tetap saja hukumnya lebih baik untuk tidak melakukannya.

Baca Juga: Cara Memahami ‘Tidurnya Orang Berpuasa itu Pahala’ ala Gus Baha

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan:

ذَكرْنا أنَّ مَذْهبَنَا كَراهَتُها لِمَن حَركَتْ شَهْوتُه ، وَلا تُكْرَه لِغيرِه ، وَالأَولَى تَرْكُها.

“Telah kami jelaskan bahwasanya mazhab kami (Syafi’iyyah) menghukuminya -mencium pasangan- makruh bagi yang syahwat-an dan tidak bagi yang tidak syahwatan, dan lebih baik tidak melakukannya.”

Masih dalam Al-Majmu’, Imam An-Nawawi merinci kemakruhan tersebut sebagai berikut:

“Barang siapa dengan mencium tergerak syahwatnya maka makruh ia mencium dalam kondisi berpuasa. Kemakruhannya makruh tahrim. Bila tidak tergerak, maka menurut Imam Syafi’i: tidak masalah, namun meninggalkannya lebih utama berdasarkan hadis riwayat ‘Aisyah : ‘Rasulullah Saw mencium dan menyentuh sementara beliau berpuasa namun beliau adalah orang yang paling bisa mengendalikan nafsunya di antara kalian.”

Menurut keterangan dari Ibn Abbas Ra: “Bagi orang yang sudah lanjut usia diberi dispensasi melakukannya. Akan tetapi tidak bagi pemuda, karena bagi salah satunya (pemuda) dikhawatirkan menimbulkan keluarnya sperma hingga bisa membatalkan puasanya, dan bagi lainnya (lansia) tidak dikhawatirkan karenanya hukumnya dibedakan di antara keduanya.”

ومن حركت القبلة شهوته كره له أن يقبل وهو صائم. والكراهة كراهة تحريم وإن لم تحرك شهوته قال الشافعي : فلا بأس بها ، وتركها أولي والأصل في ذلك ماروت عائشة رضى الله عنها قالت ” كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقبل ويباشر وهو صائم ولكنه كان أملككم لاربه ” وعن ابن عباس انه ارخص فيها للشيخ وكرهها للشاب ولانه في حق احدهما لا يأمن ان ينزل فيفسد الصوم وفى الاخر يأمن ففرق بينهما.

Tags: Fikih PuasaLBMRamadanRamadan 2024
ShareTweetPin

Related Posts

Kemenag Kabupaten Cirebon Sebut Stabilitas Keagamaan Terjaga Berkat Sinergi Ulama dan Pemerintah
Warta

Kemenag Kabupaten Cirebon Sebut Stabilitas Keagamaan Terjaga Berkat Sinergi Ulama dan Pemerintah

19/03/2026
Bupati Imron Ajak Warga NU Aktif Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Cirebon
Warta

Bupati Imron Ajak Warga NU Aktif Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Cirebon

19/03/2026
Kiai Wawan Ungkap 4 Golongan yang Dirindukan Surga
Tokoh

Kiai Wawan Ungkap 4 Golongan yang Dirindukan Surga

19/03/2026
Ansor Harus Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Wabup Cirebon: Pemuda Harus Jadi Lokomotif Peradaban
Banom

Ansor Harus Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Wabup Cirebon: Pemuda Harus Jadi Lokomotif Peradaban

19/03/2026
Hadapi Era Disrupsi, Ketua Ansor Cirebon Tetapkan Empat Pilar sebagai Kompas Organisasi
Banom

Hadapi Era Disrupsi, Ketua Ansor Cirebon Tetapkan Empat Pilar sebagai Kompas Organisasi

19/03/2026
Melalu GPS, IPPNU Cirebon Edukasi Kesehatan Pelajar
Banom

Melalu GPS, IPPNU Cirebon Edukasi Kesehatan Pelajar

19/03/2026
Next Post
Rais Syuriyah: Perintah Puasa Ramadan Adalah Kehormatan Bagi Umat Nabi Muhammad Saw

Rais Syuriyah: Perintah Puasa Ramadan Adalah Kehormatan Bagi Umat Nabi Muhammad Saw

Jln. Dewi Sartika No. 9, Sumber

Follow us

RECENT NEWS

  • Kemenag Kabupaten Cirebon Sebut Stabilitas Keagamaan Terjaga Berkat Sinergi Ulama dan Pemerintah
  • Bupati Imron Ajak Warga NU Aktif Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Cirebon
  • Kiai Wawan Ungkap 4 Golongan yang Dirindukan Surga
  • Ansor Harus Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Wabup Cirebon: Pemuda Harus Jadi Lokomotif Peradaban

CATEGORIES

  • Agenda
  • Banom
  • Daerah
  • Doa dan Dzikir
  • Fiqih
  • Hukum
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Khutbah Jumat
  • Lembaga
  • MWC
  • Nasihat Ulama
  • Nasional
  • Opini
  • PC NU
  • Pengumuman
  • Pesantren
  • Ragam
  • Sirah
  • Tafsir
  • Tanya-Jawab
  • Tasawuf
  • Tawsiyah
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Warta
  • Agenda
  • Amaliya-NU
  • BANOM NU Kabupaten Cirebon
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Khutbah Jum’at
  • Kirim Tulisan
  • Lembaga NU Kabupaten Cirebon
  • Login
  • MWC NU Kabupaten Cirebon
  • NU TV Cirebon
  • PC NU Kabupaten Cirebon
  • Pesantren
  • Registrasi Garuda Cyber NU
  • Submissions
  • SUSUNAN REDAKSI

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.

No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.