Lesbumi PCNU Cirebon Tangkal Radikalisme Agama Lewat Njujug Tajug

Lembaga Warta

NU Cirebon Online,

Mengamalkan Pesan Sunan Gunung Jati, Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Cirebon meggelar Focus Group Discussion (FGD) Njugjug Tajug dengan tema Pemetaan Daerah Rentan Ekstremisme dan Potensi Seni Budaya Kabupaten Cirebon, Senin (5/8). Acara digelar pada 5-6 Agustus 2019 di Hotel Apita Cirebon melibatkan seluruh steakholder  lembaga dan banom dalam naungan PCNU Kabupaten Cirebon.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH. Aziz Hakim Syaerozi mengatakan bahwa bahwa Nahdlatul Ulama sejak dulu mengajarkan dakwah yang santun, moderat dan toleran bagi masyarakat di Indonesia.

“Para Wali, Para Ulama, Para Kyai mengajarkan dakwah Islam yang santun, moderat, dan toleran. Indonesia tumbuh dalam suasana multikultural dengan berbagai suku, budaya, bahasa dan adat istirahat yang beragam,” terangnya.

Senada disampaikan Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH. Wawan Arwani Amin bahwa Nahdlatul Ulama berjasa dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Namun menurutnya sulit untuk mengisi kemerdekaan Indonesia karena memiliki banyak tantangan.

“Nahdlatul Ulama sudah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, namun setelah merdeka kita memiliki banyak tantangan, tidak semudah seperti berjuang dalam kemerdekaan. Tantangan terberat adalah adanya faham radikalisme dan fundamentalis,” tegasnya.

Kang Wawan sapaan akrab beliau, mengajak kelompok moderat untuk turut ikut andil dan bicara kepada khalayak luas. Bahwa Indonesia adalah negara yang beragam, maka harus ada tawaran ajaran Islam yang moderat.

“Melalui simbol spiritualitas dapat menyatukan kompenen Agama dengan sosial, budaya hingga ekonomi,” ajak Kang Wawan.

Sementara itu Program Manager Njujug Tajug, Agung Firmansyah mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk menghidupkan Musala atau Tajug sesuai pesan dari Syekh Syarif Hidayatullah atau biasa disebut Sunan Gunung Jati yang menyebarkan ajaran Islam moderat dan toleran kepada masyarakat.

“Pesan Sunan Gunung Jati kepada kita semua yaitu Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin. Maka Lesbumi Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk menghidupkan tajug-tajug menjadi pusat kegiatan masyarakat,” ungkap Agung yang juga sebagai Sekretaris Lesbumi PCNU Kabupaten Cirebon.

(Ikfal)