Peringati Hari Santri Nasional, PK PMII UNU Cirebon Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati

Banom Warta

NU Cirebon Online,

Jajaran Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama (PMII UNU) Cirebon melaksanakan kegiatan ziarah kubur yang bertemakan “Ziarah Pergerakan”.

Pelaksanaan ziarah kubur ini, bertempat di dua tempat, yakni makam Sunan Gunung Jati Cirebon dan Makam Syekh Datul Kahfi yang juga guru dari Sunan Gunung Jati Cirebon.

Dikatakan ketua pelaksana kegiatan ziarah kubur, Moch Adbul Hakim, kegiatan ziarah kubur ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang ke-5 tahun.

“Selain peringati HSN yang ke 5 tahun ini,. ziarah kubur ini bertujuan untuk mengenang sekaligus menghormati jasa-jasa para pejuang,”kata Hakim sapaan akrabnya, Jumat (23/10)

“Khususnya para santri, kyai dan Ulama yang telah memperjuangkan Islam di Indonesia, dan juga turut berperan memerangi penjajah yang pada saat itu menjajah Negeri kita Indonesia,”sambung dia.

Masih dikatakan Hakim yang juga sebagai Ketua Bidang Keagamaan PK PMII UNU Cirebon, menurutnya PMII mempunyai nilai gerak diantaranya pemikiran yang mengakar, Ideologinya, serta nilai nalar yang kritis.

“Disamping itu PMII juga mempunyai gerakan yang religius. Kegiatan ini pun bertujuan mempererat Silaturahim antar kepengurusan, dari jajaran pengurus komisariat maupun pengurus rayon UNU Cirebon,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII UNU Cirebon Sunandar menyampaikan, bahwa kegiatan ziarah kali ini bertujuan kepada visi PMII yakni terbentuknya pribadi muslim.

“Diharapkan pribadi PMII Komisariat UNU menjadi pribadi yang lebih Religius. Dengan harapan ziarah kali ini bisa berkelanjutan sampai seterusnya, dan menjadi rutinan satu minggu sekali,”kata Nandar.

Menurut mahasiswa PAI ini, sebagai kader PMII bukan hanya bertujuan intelektual saja, melainkan dari spritual pun harus ada pada diri kader PMII.

“Karena PMII adalah Organisasi Mahasiswa yang berhaluan Aswaja, PMII pun secara amaliyah-amaliyah NU harus diamalkan, seperti tahlil, ziarah kubur harus diperkuat dan dilestarikan, kedepan kamipun mudah-mudahan bisa Istiqomah dengan kegiatan seperti ini bersama sahabat PMII yang lain,”tutupnya.

Kontributor: M. Hanif