Menyegerakan Kewajiban Sebelum Meninggal: Membincang Tafsir Surah Al-Munafiqun Ayat 10

Opini

Oleh: Kang Iin Sholihin

Surah Al-Munafiqun ayat 10 berbicara tentang perintah menunaikan sedekah wajib. Perintah sedekah wajib ini dibebankan kepada umat Islam selama mampu dan sebelum ajal menjemput.

Sedekah wajib yang belum ditunaikan semasa hidupnya akan menjadi tanggungan mayit. Ahli waris berkewajiban untuk menunaikan kewajiban-kewajian yang belum terlaksanakn semasa hidup mayit.

Jika ahli waris tidak menunaikaanya, mayit akan tersiksa di alam kubur. Bahkan, mayit bercita-cita hidup kembali hanya untuk bersedekah.

Hal itu sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Munafiqun ayat 10.

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ.

Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)

Imam Al-Qurtubi menjelaskan dalam kitab tafsirnya, Jami’ Al-Bayan, Surah Al-Munafiqun ayat 10 memuat beberapa persoalan. Pertama, perintah menyegerakan zakat atau amal ibadah yang punya kekhususan waktu.

Zakat atau shodaqoh wajib merupakan amal yang harus ditunaikan sebelum ajal menjemput. Tentunya, jika dibarengi dengan kemampuan secara materi.

Kedua, permintaan kembali ke dunia untuk beramalah saleh. Imam Turmudzi meriwayatkan dari Adh-Dhahak bin Muzahim dari Ibnu Abbas berkata, ” Barang siapa yang sudah berkemampuan berzakat atau haji, tetapi tidak menunaikannya, maka ia akan meminta hidup kembali sebelum kematian menghampirinya.

Ketiga, makna ayat tersebut bersifat umum untuk setiap hal yang wajib. Imam Ibnu Abbas memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud infaq dalam Surat Al-Munafiqun ayat 10 adalah khusus infaq wajib. Termasuk di dalamnya yaitu zakat.

Sementara ulama lain memasukan haji dalam mafhum ayat tersebut. Pasalnya, haji juga merupakan sesuatu yang wajib dan mempunyai waktu khusus dalam pelaksanaannya.

Keempat, perintah menunaikan kewajiban sangat ditekankan bagi setiap orang beriman. Imam Ibnu Abbas berkata, perintah menyegerakan kewajiabn yang termaktub  dalam ayat ini sangat ditekankan kepada ahli tauhid.

Orang-orang beriman tidak berharap akan hidup kembali. Sebab, mereka di alam kubur telah merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bagi mereka, kembali ke dunia, sama saja seperti kembali ke bui kehinaan.

 

*Penulis merupakan Santri PP KHAS Kempek