Wednesday, January 21, 2026
NU Kabupaten Cirebon
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
NU Kabupaten Cirebon
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
NU Kabupaten Cirebon
No Result
View All Result

Arti dan Hikmah ‘War Takjil’

sofhaladnan by sofhaladnan
23/03/2024
in Daerah, Lembaga, Warta
0
Home Warta Daerah

NU Cirebon

RELATED POST

Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan

Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026

Cirebon: Fenomena ‘War Takjil’ belakangan ramai dibincangkan warganet di media sosial (medsos). Banyak masyarakat mengaitkan kegiatan berburu hidangan berbuka puasa yang juga diikuti warga non-Muslim itu dikaitkan dengan keberagaman di Indonesia.

Menanggapi hal itu, pemerhati medsos, Gus Rifqiel Asyiq mengatakan, jika ditinjau dari linguistik, memang ada sejumlah idiom yang lahir di adab modern ini. Salah satunya lahir dadi medsos.

“Medsos menjadi barometer realitas sosial. Sehingga muncullah istilah ‘War Takjil,” ujar dia saat mengisi acara Tadarus Konten edisi kedua pada Sabtu, 23 Maret 2024 malam.

Dalam acara yang mengusung tema “Menanggapi Fenomena ‘War Takjil’ di Medsos, Cerminan Moderasi di Indonesia?” itu, ia menyebutkan, istilah tersebut benar-benar baru di medsos. Pasalnya, tren itu baru muncul kurang lebih saat hari 10 hari pertama Ramadan.

Meski demikian, pengasuh Pondok Pesantren Daar Al-Qur’an (Daqu) Tegalgubug, Cirebon itu mengimbau masyarakat awam untuk tidak salah dalam memahami istilah ‘War Takjil’.

“War itu artinya perang. Maka istilah ini jangan dipahami dengan konotasi negatif,” katanya.

Karena itulah, ia menegaskan bahwa saat ini cukup penting untuk memahami istilah-istilah yang tengah ramai dibincangkan di medsos.

    Gus Rifqiel Asyiq saat berbincang dalam acara Tadarus Konten edisi kedua pada Sabtu, 23 Maret 2024 malam.

“Misalnya FYP di TikTok, dan lain sebagainya. Terlebih istilah ‘War Takjil’ ini usianya masih cukup belia. Dari istilah ini juga kemudian lahir kata Nonis, atau kepanjangan dari non-Islam. Ini hanya guyonan antara umat Muslim dan non-Muslim saja,” ucap Gus Rifqiel.

Menurutnya, istilah ‘War Takjil’ yang ramai di medsos merupakan respons yang cukup positif. Meminjam kata Gus Dur, bahwa beragama itu tidak boleh petentengan, terlebih dengan non-Muslim.

Baca Juga: Hukum Menggunakan Inhaler Asma saat Berpuasa

“Beragama itu harus riang gembira, dan istilah ‘War Takjil’ itu menunjukkan konotasi riang gembira. Selain itu, istilah tersebut juga merupakan euforia positif bagi komunikasi kebahasaan kita. Sehingga komunikasi antarumat beragama ini sehat,” jelasnya.

Arti takjil

Dalam kesempatan itu, Gus Rifqiel menjelaskan, istilah takjil sebenarnya merujuk pada sunah Rasulullah Saw untuk mempercepat buka puasa ketika waktu maghrib tiba.

“Takjil itu bentuk masdar dari ‘ajjala, yu’ajjilu, ta’jilan, ta’jilatan, ta’jalan, ti’jalan, mu’ajjalan. Sehingga yang dimaksud percepatan di sini dimaksudkan untuk segera membatalkan puasa, bukan salat Maghrib,” jelas alumnus Pondok Pesantren Pandanaran, Yogyakarta itu.

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika mengikuti arti tekstual, maka berbuka puasa menggunakan kurma atau air putih seperti yang dilakukan Rasulullah Saw.

“Baru setelah berbuka kemudian salat Maghrib,” ujar alumnus program Pendidikan Kader Mufasir (PKM) Pusat Studi Al-Qur’an, Jakarta itu.

Baca Juga: Ayat-ayat Kewajiban Berdakwah

Ia menegaskan, Rasullullah Saw memiliki prinsip hanya membatalkan puasa ketika masuk waktu maghrib, bukan makan besar. Dari sinilah, kata dia, muncul istilah takjil.

“Tetapi di Indonesia ini kata tersebut diartikan sebagai makanan pembuka sebelum makan besar. Takjil itu hanya untuk membatalkan puasa dengan alasan percepatan. Sebab akan dianggap makruh jika seseorang memperlambat berbuka puasa,” tandasnya.[]

Tags: LTNLTN NUMedsosRamadanRamadan 2024Tadarus Konten
ShareTweetPin

Related Posts

Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan
Banom

Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan

25/12/2025
Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026
Banom

Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026

23/12/2025
Resmi Dilantik, PC IPNU IPPNU Kabupaten Cirebon 2025–2027 Fokus pada Ilmu Pengetahuan, Kemandirian, dan Kebudayaan
Warta

Resmi Dilantik, PC IPNU IPPNU Kabupaten Cirebon 2025–2027 Fokus pada Ilmu Pengetahuan, Kemandirian, dan Kebudayaan

17/12/2025
Cara Pemesanan eNU Mineral via Platform 1 Klik
Warta

Cara Pemesanan eNU Mineral via Platform 1 Klik

07/12/2025
Daerah

Ketua PCNU Cirebon Tegaskan NU sebagai Jalan Kehormatan dan Berkah

23/11/2025
Banom

Reorientasi Ansor Cirebon, Rektor UIN SSC Soroti 3 Kunci Kemandirian Ekonomi

23/11/2025
Next Post
Benarkah Donor Darah Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Benarkah Donor Darah Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Jln. Dewi Sartika No. 9, Sumber

Follow us

RECENT NEWS

  • Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan
  • Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026
  • Bacaan Niat Puasa Sunnah Rajab
  • 6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Rajab

CATEGORIES

  • Agenda
  • Banom
  • Daerah
  • Doa dan Dzikir
  • Fiqih
  • Hukum
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Khutbah Jumat
  • Lembaga
  • MWC
  • Nasihat Ulama
  • Nasional
  • Opini
  • PC NU
  • Pengumuman
  • Pesantren
  • Ragam
  • Sirah
  • Tafsir
  • Tanya-Jawab
  • Tasawuf
  • Tawsiyah
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Warta
  • Agenda
  • Amaliya-NU
  • BANOM NU Kabupaten Cirebon
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Khutbah Jum’at
  • Kirim Tulisan
  • Lembaga NU Kabupaten Cirebon
  • Login
  • MWC NU Kabupaten Cirebon
  • NU TV Cirebon
  • PC NU Kabupaten Cirebon
  • Pesantren
  • Registrasi Garuda Cyber NU
  • Submissions
  • SUSUNAN REDAKSI

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.

No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.