Thursday, March 5, 2026
NU Kabupaten Cirebon
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
NU Kabupaten Cirebon
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
NU Kabupaten Cirebon
No Result
View All Result

Hukum Obat Tetes dan Mengorek Telinga saat Puasa

sofhaladnan by sofhaladnan
12/03/2025
in Fiqih, Warta
0
Home Keislaman Fiqih

RELATED POST

FATAYAT DAN MUSLIMAT NU SE-KECAMATAN ASTANAJAPURA GELAR BERBAGI TAKJIL RAMADAN 1447 H

Memasuki Abad Kedua NU, Kiai Aziz Perkuat Peran Publik dan Pemberdayaan Ekonomi

NU Cirebon

BULAN Ramadan mewajibkan umat Islam untuk menjaga keabsahan puasanya dengan menghindari hal-hal yang dapat membatalkan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah penggunaan obat tetes telinga dan mengorek telinga dapat membatalkan puasa.

Mayoritas ahli fikih dari Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa telinga termasuk manfadz maftuh (saluran terbuka) yang dapat menjadi jalur masuk benda ke dalam tubuh. Oleh karena itu, jika seseorang menggunakan obat tetes telinga saat berpuasa, maka puasanya menjadi batal.

Baca: Sudah Witir ketika Tarawih tapi Pengin Salat Sunah lagi? Ini Hukumnya

Pendapat ini diperkuat Imam An-Nawawi dalam kitab Minhaj berikut:

والتقطير في باطن الأذن والإحليل مفطر في الأصح

“Menurut pendapat yang lebih sahih (ashoh), menetesi bagian dalam telinga dan lubang kemaluan adalah perkara yang membatalkan puasa.”

Dari pernyataan ini, jelas bahwa jika obat tetes mencapai bagian dalam telinga, maka puasanya batal.

Sementara mengorek telinga memiliki hukum yang berbeda dengan penggunaan obat tetes. Jika seseorang hanya mengorek bagian luar telinga, maka puasanya tetap sah dan tidak batal. Namun, apabila alat korek masuk hingga ke bagian dalam telinga, maka puasanya batal.

Bagian dalam telinga yang dimaksud adalah area yang tidak bisa terlihat dari luar tanpa bantuan alat bantu. Jika sesuatu masuk hingga ke bagian tersebut, maka dihukumi membatalkan puasa sebagaimana halnya obat tetes telinga. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam menjaga puasa sangat dianjurkan agar ibadah tetap sah dan diterima Allah Swt.[]

Wallahu A’lam…. 

*Artikel ini merupakan hasil dari program serial Fikih Puasa yang digagas LBM PCNU Kabupaten Cirebon. 

Tags: FikihFikih PuasaLBMPuasaRamadanRamadan 2025
ShareTweetPin

Related Posts

FATAYAT DAN MUSLIMAT NU SE-KECAMATAN ASTANAJAPURA GELAR BERBAGI TAKJIL RAMADAN 1447 H
Banom

FATAYAT DAN MUSLIMAT NU SE-KECAMATAN ASTANAJAPURA GELAR BERBAGI TAKJIL RAMADAN 1447 H

05/03/2026
Memasuki Abad Kedua NU, Kiai Aziz Perkuat Peran Publik dan Pemberdayaan Ekonomi
Daerah

Memasuki Abad Kedua NU, Kiai Aziz Perkuat Peran Publik dan Pemberdayaan Ekonomi

13/02/2026
Konferencab IPNU-IPPNU Panguragan Tetapkan Kepemimpinan Baru Periode 2026–2028
Banom

Konferencab IPNU-IPPNU Panguragan Tetapkan Kepemimpinan Baru Periode 2026–2028

22/01/2026
Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan
Banom

Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan

25/12/2025
Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026
Banom

Ansor-Banser Gelar Apel Kebangsaan, 10 Ribu Banser Siaga Pengamanan Nataru 2026

23/12/2025
Bacaan Niat Puasa Sunnah Rajab
Fiqih

Bacaan Niat Puasa Sunnah Rajab

20/12/2025
Next Post
PCNU dan Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali Gelar Operasi Pasar Murah

PCNU dan Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali Gelar Operasi Pasar Murah

Jln. Dewi Sartika No. 9, Sumber

Follow us

RECENT NEWS

  • FATAYAT DAN MUSLIMAT NU SE-KECAMATAN ASTANAJAPURA GELAR BERBAGI TAKJIL RAMADAN 1447 H
  • Memasuki Abad Kedua NU, Kiai Aziz Perkuat Peran Publik dan Pemberdayaan Ekonomi
  • Konferencab IPNU-IPPNU Panguragan Tetapkan Kepemimpinan Baru Periode 2026–2028
  • Konfercab Fatayat NU Kabupaten Cirebon Tetapkan Ketua Baru, Dorong Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan

CATEGORIES

  • Agenda
  • Banom
  • Daerah
  • Doa dan Dzikir
  • Fiqih
  • Hukum
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Khutbah Jumat
  • Lembaga
  • MWC
  • Nasihat Ulama
  • Nasional
  • Opini
  • PC NU
  • Pengumuman
  • Pesantren
  • Ragam
  • Sirah
  • Tafsir
  • Tanya-Jawab
  • Tasawuf
  • Tawsiyah
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Warta
  • Agenda
  • Amaliya-NU
  • BANOM NU Kabupaten Cirebon
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Khutbah Jum’at
  • Kirim Tulisan
  • Lembaga NU Kabupaten Cirebon
  • Login
  • MWC NU Kabupaten Cirebon
  • NU TV Cirebon
  • PC NU Kabupaten Cirebon
  • Pesantren
  • Registrasi Garuda Cyber NU
  • Submissions
  • SUSUNAN REDAKSI

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.

No Result
View All Result
  • Warta
    • Nasional
    • Daerah
  • Ragam
  • Opini
  • Keislaman
    • Doa dan Dzikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Tasawuf
    • Tafsir
  • Pesantren
  • Tokoh
  • Kisah
  • NU Peduli
  • Kirim Tulisan

© 2023 PC NU Kabupaten Cirebon - Dikelolah Oleh LTN NU Kabupaten Cirebon.