Forum Kajian Kutub Turots Santri Assalafie Gelar Bahtsul Masail Tingkat Nasional

Pesantren Warta

NU Cirebon

CIREBON – Forum Kajian Kutub Turots Santri Assalafie (FOKKTA) Babakan Ciwaringin Cirebon bekerjasama dengan Lembaga Bahtsul Masail PBNU menggelar kegiatan bahtsul masail pondok pesantren tingkat nasional. Senin, (31/10/2022).

Ust Himawan Sutanto selaku Kepala Pondok Assalafie Babakan sekaligus penanggung jawab kegiatan mengatakan, kegiatan Bahtsul Masail ini rutin dilaksanakan tiap tahun.

“Kegiatan rutin setiap tahun momentum Haul Al Maghfurlah KH Syaerozie Abdurrohim muassis Pesantren Assalafie Babakan. Alhamdulillah kali ini kita adakan level nasional, biasanya hanya Jawa-Madura,” katanya.

Acara dibuka oleh KH Mahbub Maafi selaku Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU dan KH Azka Hammam Syaerozie selaku Pengasuh Pesantren Assalafie.

Baca juga: Lomba Pidato Hari Santri 2022, Komitmen Lembaga Dakwah Fatayat NU Astanajapura Cetak Dai Milenial

Adapun pesertanya, Bahtsul Masail diikuti oleh 100 perwakilan pondok Pesantren dari 24 Propinsi se-Indonesia.

KH Azka Hammam Syaerozie menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga acara Bahtsul Masail ini dapat terlaksana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LBM PBNU KH Mahbub Maafi menegaskan bahwa, kegiatan ini sangat penting terkait kaderisasi penggerak Bahtsul Masail NU.

“Selain itu, acara ini sekaligus sebagai upaya melestarikan tradisi intelektual Pesantren dan menjawab problematika masyarakat perspektif hukum fikih. Bahtsul Masail adalah ruh dari Nahdlatul Ulama,” kata Kiai Mahbub.

Peserta Bahtsul Masail dibagi ke dalam 2 Komisi, yakni Waqiiyah dan Maudhuiyah, di antara permasalahan yang akan dibahas adalah terkait hukum strategi bisnis kontemprer, google adsence sebagai mahar nikah, hero Islam dalam mobile legend dan beberapa pertanyaan lainnya.

Hasil rekomendasi Bahtsul Masail Nasional pondok pesantren ini rencananya akan disampaikan kepada pihak-pihak yang terkait, agar bisa dikonsumsi oleh banyak pihak.